Sabtu, 23 Mei 2009

Perencanaan Masa Depan

Learning,

earning,

giving

Teman lama saya yang sudah hampir 15 tahun bekerja dan sudah mencapai posisi wakil direktur, tiba-tiba mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat ia bekerja.

Banyak teman-teman merasa heran, beliau yang sudah berposisi dan tingkat penghasilan sedemikian tinggi mau mengundurkan diri.

Beberapa lama setelah mendengar kabar tersebut, saya bertemu dengannya dan bertanya mengapa se demikian berani mengundurkan diri setelah mencapai pososi yang cukup menggiurkan itu.

Kepada saya, ia telah mencapai tujuan hidup yang ia impikan. Sekain itu, perusahaan tidak memberikan tantangan pekerjaan lagi.

Rupanya ia telah membagi perjalanan hidupnya selama 50 tahun menjadi 3 fase :

1. Pendidikan

Fase pertama ini sampai umur 25 tahun, pada fase ini adalah saat ia beljar dari bangku sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pada usia telah meraih gelar doktordi bidang geologi.

Pada fase pendidikan ini ia tidak hanya belajar ilmu hard skills tapi juga soft skills. Di masa – masa ini ia belajar pengetahuan dan ketrampilan dalam berorganisasi, memahami pendapat orang lain yang diperlukannnya kelak baik dunia kerja maupun dunia social.

Dimasa ini banyak mengeluarkan dana untuk mendapat pendidikan yang terbaik yang dapat diperolehnya.

2. Fase Kerja

Setelah meliwati fase pendidikan, fase berikutnya adalah fase produksi atau disebut juga fase bekerja. Fase ini mulai dari umur 25 tahun sampai umur 50 tahun. Fase ini merupakan fase yang menghasilkan dana dimana fase ini merupakan fase kerja seorang usia produktif. Dalam masa ini, ia mulai bekerja, berpacaran, menikah, memiliki anak dan mengum pulkan asset. Ia berhasil mendapatkan bebrapa pekerjaan perusahaan asing yang tentunya dengan tingkat pendapatan di atas teman- temannya yang bekerja di perusahaan nasional.

Dari hasil yang didapat kemudian dikumpulkan dalam tabungan, setelah dirasa cukup maka dibelikan asset-asset produktif seperti instrument keuangan dan property.

Ia membeli flat kecil di kotanya dikotanya kemudian disewakan. Membeli tanah strategis dekat kampus kemudian dibangun beberapa kamar kemudian disewakan kepada para mahasiswa. Semua asset yang ia miliki semuanya produktif. Karena kejelian melihat peluang pasar dan dan menggunakan strategi yang jitu maka ia telah mencapai financial freedom antara usia 25 sampai 50 tahun.

3. Fase Panen/ Menuai

Setelah usia 50 tahun, ia sudah tinggal memanen dari asset- asset yang ia miliki, apalagi anaknya sudah mencapai 20 – 25 tahun sehingga tanggungan biaya sudah tidak banyak lagi. Pendidikan anak sudah disiapkan tiap bulan selama fase sebelumnya. Ia tinggal menikmati hari tuanya dari hasil sewa propertynya dan hasil asuransi link yang ia ikuti selama ini.

Ia pun bisa jalan-jalan keluar negeri, tujuan hidupnya telah tercapai, karena itu ia memutuskan untuk resign dari perusahaan. Ia banyak berkecimpung didunia social dan membantu masyarakat sekitarnya.

Mudah-mudahan ada yang bisa kita tiru dari cerita di atas ia telah merencanakan kehidupannya sejak dari awal.

Sukses Di Masa Depan

JURUS SUKSES TIDAK MENJADI ORANG GAJIAN

Siapkah anda menyongsong masa depan mu ? tentu bermacam-macam jawaban nya. Ada yang Siap, tidak tahu, bahkan ada yang tidak mau tahu.

Coba kita urai dari awal, berapa usia anda sekarang ? kenapa di Tanya usia ? Hal ini berkaitan bahwa untuk mencapai masa depan yang di idam kan butuh waktu waktu 20 tahun. Bahkan seumur hidup tidak akan sampai sesuai dengan impian, coba tenggok kanan kiri saudara, masih banyak orang usia lanjut masih bekerja. Bahkan masih banyak kekurangan.

Inginkah anak anda sekolahnya sama dengan anda, tentu saja tidak. Semua orang ingin anaknya berpendidikan setinggi-tingginya bahkan ingin lulus dari perguruan tinggi yang terbaik, tapi apakah anda sudah merencanakan saat ini.

Oke, tidak usah yang jauh-jauh, misalkan saja hari ini anda atau keluarga terkena musibah butuh dana cukup besar, misalnya Rp 5 juta saja, sudahkah anda menyiapkan.

Kalau semua jawaban itu tidak, maka siap-siaplah anda untuk merencana kan masa depan anda. Ubahlah pola hidup anda kalau dulu menyisihkan pendapatan setelah semua kebutuhan terpenuhi, mulai sekarang sisihkan dana minimal 10 % untuk kebutuhan masa depan anda. Menyisihkan dana sifatnya wajib dan tidak boleh di tawar kalau anda ingin hidup cerah . Dana yang anda sisihkan tidak boleh diambil kecuali sangat-sangat darurat. Dan usahakan jangka waktu minimal 10 tahun. Dan ushakan juga apabila ada kelebihan rezeki mendadak atau ada kenaikan penghasilan maka naikkan juga tabungan anda.

Kemudian apakah anda akan aman-aman saja dalam perjalanan 10 tahun itu. Dapatkah Anda Menjamin tidak akan Terkena Penyakit Kritis, Cacat Tetap Total atau Meninggal? Untuk itu tambahkan saving anda dengan jaminan kesehatan bahkan jaminan apabila anda tidak sampai menabung 10 tahun. Agar tidak repot dan murah maka satukan saja tabungan anda dengan jaminankan atau asuransi.

Selain menabung dan ikut asuransi anda bisa juga dengan cara mengusaha kan yang namanya pasif income, bagaimana caranya.

Anda harus jeli melihat peluang di sekitar anda bila anda peluang maka investasikan dana anda ke sana. Misalkan membeli rumah yang nantinya bisa di kontrakkan. Rumah di kontrakkan otomatis akan menghasilkan pen- dapatan bukan, atau beli rumah yang dekat kampus dan nantinya dibangun untuk tempat kos mahasiswa. Masih banyak yang bisa diusahakan terutama yang masih up to date saat ini misalnya membuka warnet, tempat cuci motor , Jasa pengurusan ijin. Semua itu tidak harus dikerjakan sendiri, anda bisa join atau memperkerjakan orang yang ahli di bidangnya. Dan tentunya di kelola secara professional.

Bagi anda yang masih muda bolehlah anda ikuti MLM. Jangan anda alergi dulu dengan MLM. Banyak orang sukses mengikuti MLM, pendapatan mereka bisa lebih dari Rp 10 juta perbulan, tapi butuh waktu untuk mencapainya. Berikut ini panduan untuk MLM

Kamis, 12 Maret 2009

JURUS SUKSES MENJADI ORANG TIDAK GAJIAN

JURUS SUKSES TIDAK MENJADI ORANG GAJIAN

Siapkah anda menyongsong masa depan mu ? tentu bermacam-macam jawaban nya. Ada yang Siap, tidak tahu, bahkan ada yang tidak mau tahu.

Coba kita urai dari awal, berapa usia anda sekarang ? kenapa di Tanya usia ? Hal ini berkaitan bahwa untuk mencapai masa depan yang di idam kan butuh waktu waktu 20 tahun. Bahkan seumur hidup tidak akan sampai sesuai dengan impian, coba tenggok kanan kiri saudara, masih banyak orang usia lanjut masih bekerja. Bahkan masih banyak kekurangan.

Inginkah anak anda sekolahnya sama dengan anda, tentu saja tidak. Semua orang ingin anaknya berpendidikan setinggi-tingginya bahkan ingin lulus dari perguruan tinggi yang terbaik, tapi apakah anda sudah merencanakan saat ini.

Oke, tidak usah yang jauh-jauh, misalkan saja hari ini anda atau keluarga terkena musibah butuh dana cukup besar, misalnya Rp 5 juta saja, sudahkah anda menyiapkan.

Kalau semua jawaban itu tidak, maka siap-siaplah anda untuk merencana kan masa depan anda. Ubahlah pola hidup anda kalau dulu menyisihkan pendapatan setelah semua kebutuhan terpenuhi, mulai sekarang sisihkan dana minimal 10 % untuk kebutuhan masa depan anda. Menyisihkan dana sifatnya wajib dan tidak boleh di tawar kalau anda ingin hidup cerah . Dana yang anda sisihkan tidak boleh diambil kecuali sangat-sangat darurat. Dan usahakan jangka waktu minimal 10 tahun. Dan ushakan juga apabila ada kelebihan rezeki mendadak atau ada kenaikan penghasilan maka naikkan juga tabungan anda.

Kemudian apakah anda akan aman-aman saja dalam perjalanan 10 tahun itu. Dapatkah Anda Menjamin tidak akan Terkena Penyakit Kritis, Cacat Tetap Total atau Meninggal? Untuk itu tambahkan saving anda dengan jaminan kesehatan bahkan jaminan apabila anda tidak sampai menabung 10 tahun. Agar tidak repot dan murah maka satukan saja tabungan anda dengan jaminankan atau asuransi.

Selain menabung dan ikut asuransi anda bisa juga dengan cara mengusaha kan yang namanya pasif income, bagaimana caranya.

Anda harus jeli melihat peluang di sekitar anda bila anda peluang maka investasikan dana anda ke sana. Misalkan membeli rumah yang nantinya bisa di kontrakkan. Rumah di kontrakkan otomatis akan menghasilkan pen- dapatan bukan, atau beli rumah yang dekat kampus dan nantinya dibangun untuk tempat kos mahasiswa. Masih banyak yang bisa diusahakan terutama yang masih up to date saat ini misalnya membuka warnet, tempat cuci motor , Jasa pengurusan ijin. Semua itu tidak harus dikerjakan sendiri, anda bisa join atau memperkerjakan orang yang ahli di bidangnya. Dan tentunya di kelola secara professional.

Bagi anda yang masih muda bolehlah anda ikuti MLM. Jangan anda alergi dulu dengan MLM. Banyak orang sukses mengikuti MLM, pendapatan mereka bisa lebih dari Rp 10 juta perbulan, tapi butuh waktu untuk mencapainya. Berikut ini panduan untuk MLM



Selasa, 10 Maret 2009